Author name: s2ilmugizi

Kegiatan

Dukung Penguatan Kompetensi Mahasiswa, Magister Ilmu Gizi FK UNS Gelar Kuliah Tamu seputar Hospital Malnutrition

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertema Hospital Malnutrition pada Senin, 30 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Luciana B. Sutanto, M.S., Sp.GK., Subsp.PK sebagai narasumber dan diikuti oleh 40 mahasiswa dan alumni Magister Ilmu Gizi FK UNS. Kuliah tamu ini diselenggarakan untuk menambah wawasan mahasiswa dan memperkuat pemahaman di bidang gizi klinik. Tema Hospital Malnutrition dipilih karena masalah gizi pada pasien rumah sakit masih sering terjadi dan dapat memengaruhi proses pemulihan, lama perawatan, efektivitas terapi, serta mutu pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bahwa penanganan gizi bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari perawatan pasien. Dalam pemaparannya, dr. Luciana menjelaskan bahwa malnutrisi di rumah sakit tidak hanya terjadi karena pasien makan terlalu sedikit. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh penyakit yang diderita, adanya peradangan, penurunan massa otot, dan kondisi tubuh pasien yang semakin lemah selama perawatan. Oleh karena itu, malnutrisi perlu dikenali sejak awal agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat. Peserta mendapatkan penjelasan tentang langkah-langkah penting dalam penanganan malnutrisi di rumah sakit, mulai dari skrining risiko gizi, asesmen status gizi, hingga pemberian intervensi nutrisi yang sesuai dengan kondisi pasien. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan beberapa alat skrining gizi, seperti NRS-2002, MUST, MST, dan pendekatan diagnosis berbasis GLIM. Materi ini membantu peserta memahami bahwa pelayanan gizi klinik harus dilakukan secara terstruktur dan berdasarkan kondisi pasien secara menyeluruh. Selain membahas malnutrisi di rumah sakit, dr. Luciana juga mengulas nutrisi enteral dan sarkopenia. Nutrisi enteral dijelaskan sebagai metode pemberian gizi yang diutamakan jika saluran cerna pasien masih dapat bekerja dengan baik, terutama bagi pasien yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizinya melalui makan biasa. Di sisi lain, sarkopenia dijelaskan sebagai kondisi menurunnya massa dan kekuatan otot yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Untuk mencegah kondisi tersebut, diperlukan aktivitas fisik yang rutin, pola makan dengan gizi seimbang, dan penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab, terutama saat membahas skrining gizi pada pasien kritis dan tantangan penggunaan nutrisi enteral di rumah sakit. Diskusi menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa Magister Ilmu Gizi, khususnya pada ranah gizi klinik dan pelayanan rumah sakit. Interaksi antara narasumber dan peserta juga membuka ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta refleksi terhadap tantangan pelayanan gizi di fasilitas kesehatan. Kuliah tamu ini memberi manfaat yang besar bagi peserta karena tidak hanya menambah pengetahuan teori, tetapi juga membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu gizi dalam praktik klinik. Selain itu, mahasiswa semakin memahami hubungan antara status gizi pasien dengan proses penyembuhan, lama rawat inap, dan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih siap menghadapi dunia praktik profesional di bidang gizi klinik.

Kegiatan

Siapkan Generasi Emas 2045: S2 Ilmu Gizi UNS Gelar Webinar Nasional Angkat Isu Gizi Seimbang hingga Ancaman Ultra Processed Food

Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Gizi Angkatan 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional dan Dies Natalis pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan mengusung tema “Membangun Generasi Emas 2045 yang Sehat dan Produktif dengan Gizi Optimal” dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi mahasiswa, tenaga kesehatan, dosen, serta masyarakat umum. Webinar ini dilatarbelakangi oleh tantangan gizi yang semakin kompleks di Indonesia, khususnya peningkatan konsumsi ultra processed food (UPF) serta masih rendahnya penerapan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya inflamasi kronik tingkat rendah, gangguan metabolik, dan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular pada usia remaja dan dewasa muda. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas generasi masa depan. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara hebat yaitu Ibu Kartika Pibriyanti, S.K.M., M.Gizi., Dosen Universitas Darussalam Gontor, sebagai pemateri pertama yang membahas terkait peran gizi seimbang dalam membentuk tubuh yang sehat, bugar, dan produktif, dengan penekanan pada pentingnya keberagaman pangan, kecukupan zat gizi dan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. Adapun pembicara hebat lainnya, Bapak Dandi Sanjaya, S.Tr.Gz, M.Gz, Dosen Universitas Medika Suherman, sebagai pemateri kedua yang mengulas dampak konsumsi UPF terhadap kesehatan, termasuk hubungannya dengan inflamasi kronik dan risiko early onset penyakit tidak menular. Kedua materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang. Setelah pemaparan materi, dibuka sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Untuk memperkuat pesan edukasi, panitia turut melakukan sesi quiz interaktif dengan peserta. Sesi kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis dan penanya terbaik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi UNS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi optimal sebagai investasi jangka panjang. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku makan menuju pola konsumsi yang lebih sehat sehingga dapat mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Kegiatan

Tingkatkan Kompetensi di Bidang Herbal Klinis: Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS Lakukan Kunjungan ke UPF Yankestrad Tawangmangu

Tawangmangu, 20 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Gizi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kunjungan lapangan ke Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 25 Mahasiswa, 2 Dosen, dan 1 Staff Prodi sebagai bagian dari pembelajaran lapangan terkait pengembangan dan pemanfaatan tanaman tradisional.untuk kesehatan. Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan UPF Yankestrad Tawangmangu oleh narasumber di ruang pertemuan Hortus Medicus. Peserta mendapat penjelasan mengenai sejarah Lembaga, transformasi B2P2TO2T menjadi UPF Yankestrad, layanan klinis berbasis saintifikasi jamu, hingga program wellness tourism yang menjadi unggulan UPF. Pada sesi tersebut, mahasiswa juga mempelajari fasilitas laboratorium uji mutu herbal, dan berbagai program edukasi serta pelatihan yang tersedia bagi Masyarakat maupun institusi Pendidikan. Salah satu kegiatan utama ialah Project Class pembuatan balsam aromaterapi yang difasilitasi oleh tim UPF. Mahasiswa berlatih menimbang bahan, mencairkan vaselin dan beeswax, mencampurkan menthol kristal serta esensial oil, hingga mengemas produk jadi. Proses ini memberikan pengalaman langsung mengenai formulasi, teknik pencampuran, dan standar mutu pembuatan produk herbal sederhana. Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Kebun Etalase Tanaman Obat Kalisoro, lokasi edukatif yang menyajikan ratusan spesies tanaman herbal. Mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap morfologi, manfaat, dan kelas farmakologis berbagai tanaman seperti rosamarin, adas, sambiloto, pegagan, hingga tempuyung. Mahasiswa juga diizinkan untuk mengenali aroma dan mencicipi langsung tanaman, seperti daun stevia, sebagai pengalaman langsung yang tak terlupakan. Kunjungan berikutnya dilakukan ke Klinik Pratama Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, fasilitas pelayanan yang mengintegrasikan terapi herbal dan medis modern. Mahasiswa mendapatkan penjelasan singkat mengenai alur pelayanan, resep jamu harian, fasilitas konsultasi gizi, dan layanan penunjang seperti EKG, fisioterapi, dan homecare. Klinik ini merupakan pusat saintifikasi jamu satu-satunya milik Kementerian Kesehatan yang melakukan riset preklinik hingga klinik. Sebagai penutup, mahasiswa mengunjungi Unit Pascapanen, tempat proses pengolahan tanaman obat dilakukan secara terstandar mulai dari pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, penirisan, pengubahan bentuk, pengeringan, sortasi kering, hingga rak pengemasan dan penyimpanan. Melalui sesi ini, mahasiswa memahami rantai produksi jamu dari hulu ke hilir, sekaligus pentingnya standar mutu dalam pengolahan tanaman herbal. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterikatan ilmu gizi dengan kesehatan tradisional, khususnya pengembangan jamu terstandar. Selain itu, diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam praktik profesional mahasiswa di masa mendatang.

Kegiatan

Kiprah Nyata Mahasiswa S2 Ilmu Gizi Sebagai Edukator

Mahasiswi S2 Ilmu Gizi berturut-turut mendapat kesempatan berharga untuk mempraktekkan keterampilannya sebagai edukator pada bulan Oktober dan Nopember ini. Pada tanggal 12 Oktober 2025, Siti Raodah, S.Gz dan Dinda Yulian Ardiani, S.Gz, mahasiswa S2 Ilmu Gizi semester 3, mendapat undangan dari Community Development HMPD (Himpunan Mahasiswa Program Studi Kedokteran) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret untuk mengisi acara di aula pertemuan Kelurahan Jagalan, Jebres, Surakarta. Kedua mahasiswa tersebut menjadi narasumber untuk menyampaikan pengaturan menu untuk penderita hipertensi. Materi disampaikan tidak sekedar berupa penyuluhan tetapi sekaligus praktik cara mengolah menu sehat berbahan dasar sayuran, ikan dan bumbu alami rendah natrium sebagai contoh penerapan DASH diet. Selanjutnya diadakan lomba yang diikuti oleh seluruh peserta. Setiap tim beranggotakan tiga orang, dan mereka diberi tantangan untuk membuat kembali menu yang telah didemonstrasikan.   Kesempatan kedua didapat Siti Raodah, S.Gz, yang enerima udangan sebaai narasumber kegiatan edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) FK UNS. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 bertempat di Kelurahan Mojosongo, Surakarta, dan dihadiri oleh para ibu balita, kader kesehatan, serta masyarakat umum yang peduli dengan isu pertumbuhan anak. Pada kesempatan ini Siti Raodah, S.Gz menyampaikan materi bertema “Cegah Stunting: Investasi Masa Depan Ibu dan Balita Sehat.” Dalam penyampaiannya, Siti Raodah menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya soal memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kesehatan ibu dan anak adalah bekal penting bagi masa depan generasi bangsa. Ia menjelaskan pentingnya perhatian sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta pola hidup sehat dalam keluarga. Pemaparan disertai demo masak yang memperlihatkan bagaimana menyiapkan makanan bergizi, terjangkau, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang balita. Demo masak ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik bagi peserta karena mereka dapat melihat langsung proses pembuatan menu sehat, sekaligus mencicipinya.

Scroll to Top